Tulang Ikan Nila Mampu Menjadi Biomaterial Pengganti Tulang Manusia

Pada artikel kali ini paguyuban petani akan memberikan penjelasan mengenai bagian tubuh ikan nila yang jarang dimanfaatkan kembali oleh manusia, yakni bagian tulang ikan nila. Namun ternyata, menurut para peneliti yang sudah melakukan penelitian terhadap tulang dari ikan nila ini membuktikan bahwa tulang ikan nila mampu menjadi biomaterial pengganti tulang manusia.

Pada artikel kali ini paguyuban petani akan memberikan penjelasan mengenai bagian tubuh ikan nila yang jarang dimanfaatkan kembali oleh manusia, yakni bagian tulang ikan nila. Namun ternyata, menurut para peneliti yang sudah melakukan penelitian terhadap tulang dari ikan nila ini membuktikan bahwa tulang ikan nila mampu menjadi biomaterial pengganti tulang manusia. Hal ini dilakukan karena mengingat menigkatnya kasus kerusakan tulang, yang secara otomatis akan meningkat pula kebutuhan biomaterial dalam bidang medis. Rekonstruksi tulang merupakan tindakan untuk memperbaiki kerusakan tulang dengan menggunakan bahan pengganti. Tulang ikan nila cukup baik digunakan untuk dijadikan biomaterial substitusi tulang karena mengandung sejumlah kalsium yang berguna dalam pembuatan biomaterial implan tulang. Dalam proses produksi pengolahan ikan nila, umumnya menghasilkan limbah tulang ikan nila sebanyak 10-15%. Kandungan mineral yang berada di tulang ikan nila berbentuk garam anorganik terutama kalsium fosfat sebanyak 60-70%.

Gambar : Paguyuban Petani

Biomaterial pengganti tulang umumnya berasal dari kalsium fosfat seperti hidrosiapatit (HA) karena material ini memiliki komposisi kimia yang mendekati komponen-komponen pada tulang. Penelitian menyatakan bahwa karbonat hidrosiapatit mampu meningkatkan konsentrasi lokal ion kalsium dan fosfat yang dibutuhkan dalam proses regenerasi tulang. Dalam wujud pelaksanaannya, para peneliti berupaya untuk memanfaatkan limbah tulang ikan nila sebagai sumber kalsium dalam sintesis karbonat apatit dengan metode presipitasi menggunakan iradiasi microwave. Dengan menggunakan microwave tulang ikan nila dapat mengalami pemanasan yang lebih cepat, menimbulkan reaksi yang cepat dan bentuk morfologinya juga lebih homogen, ukuran bisa menjadi nano dan lain sebagainya. Metode penelitian yang dilakukan memiliki tiga tahapan, yakni kalsinasi cangkang telur (untuk mendapatkan kalsium fosfat), yang kedua adalah sintesis karbonat apatit menggunakan metode presipitasi dengan menggunakan microwave irradiation dan yang ketiga adalah karakterisasi bahan.