Teknik Agar Ikan Nila Mudah Bertelur

Mengetahui betul lokasi pembudidayaan ikan nila merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembudidayaan ikan nila, terutama dalam proses bertelurnya ikan nila. Karena ikan nila yang di budidayakan di waduk, sungai atau danau yang notabennya perairan yang memiliki arus. Akan sulit dalam melakukan proses pemijahan karena telur-telur ikan nila rawan untuk hanyut ikut bersama arus air.

Mengetahui betul lokasi pembudidayaan ikan nila merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembudidayaan ikan nila, terutama dalam proses bertelurnya ikan nila. Karena ikan nila yang di budidayakan di waduk, sungai atau danau yang notabennya perairan yang memiliki arus. Akan sulit dalam melakukan proses pemijahan karena telur-telur ikan nila rawan untuk hanyut ikut bersama arus air. Sehingga, sebaiknya dalam proses mendapatkan telur ikan nila, sebaiknya ikan nila di budidayakan dalam kolam yang tenang, misalnya di kolam terpal, kolam beron dan kolam tanah agar proses pemijahan dan telur yang dihasilkan menjadi baik dan maksimal. Pada kesempatan kali ini, paguyuban petani akan memberikan beberapa penjelasan mengenai teknik agar ikan nila mudah untuk melakukan pemijahan hingga bertelur. Yang pertama adalah dengan memisahkan ikan nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Yang kedua dengan cara melakukan kawin silang untuk mendapatkan induk yang bisa menghasilkan anak ikan nila jantan. Dan yang ketiga adalah dengan merubah jenis kelamin ikan nila jantan menjadi betina dengan menggunakan hormone sex revesal pada larva ikan nila, namun dalam penerapan cara  yang ketiga ini tergolong cukup mahal.

 

Gambar : Paguyuban Petani

Penggunaan hormon ini semakin banyak digunakan karena selain dapat merubah jenis kelamin ikan nila, juga mampu meningkatkan/memicu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila lebih utama untuk di budidayakan karena ikan nila jantan mampu tumbuh 40% lebih cepat daripada ikan nila betina ketika dalam sampai proses reproduksi. Karena jika ikan nila betina menghasilkan telur dan larva, ikan nila betina tidak mengalami pross pertumbuhan karena tidak makan pada saat bereproduksi. Jika ikan nila sudah memiliki larva, mereka akan menyimpan telur-telurnya didalam mulutnya dan akan dikeluarkan apabila larva tersebut dirasa cukup besar untuk dilepaskan di alam bebas. Untuk memperoleh keuntungan yang berlebih, pembudidaya dapat melakukan beberapa cara seperti memanen ikan nila setelah bertelur, karena ikan nila setelah bertelur memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari sebelum bertelur. Dalam melakukan proses pemijahan, sebaiknya pembudidaya menyiapkan bak beton agar proses pemijahan dapat terjadi dengan mudah dan efisien, karena biaya yang dibutuhkan relatif ebih kecil dan dapat memproduksi larva yang lebih banyak. Sedangkan untuk proses pembesaran, dapat dilakukan di kolam, keramba jaring apung maupun di tambak. Dari beberapa jenis media tersebut, terbukti bahwa pembudidayaan ikan nila di tambak lebih cepat dalam proses pertumbuhan ikan nila yang sedang di budidayakan. Karena pembudidayaan ikan nila di media tambak, biasanya perairannya tercampur oleh air laut dengan perbandingan sekitar 40:60 yang ternyata cukup baik untuk pertumbuhan ikan nila. Demikian artikel dari paguyuban petani yang berkaitan dengan teknik agar ikan nila cepat untuk bertelur, semoga dapat diterapkan oleh pembudidaya ikan nila. Dengan harapan mampu meningkatkan produksi ikan nila yang sedang dibudidayakan, sehingga mampu menambah omset pemasukan.