Tahap Mengendalikan Hama Ikan Nila

Dalam melakukan usaha budidaya ikan nila, tentu saja tidak terlepas dari serangan hewan lain dalam artian parasit atau sering dikenal dengan hama. Dikarenakan hama ini mempunyai sifat yang merugikan pada proses usaha budidaya ikan nila. Dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan nila sehingga nantinya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan ikan nila tersebut.

Dalam melakukan usaha budidaya ikan nila, tentu saja tidak terlepas dari serangan hewan lain dalam artian parasit atau sering dikenal dengan hama. Dikarenakan hama ini mempunyai sifat yang merugikan pada proses usaha budidaya ikan nila. Dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan nila sehingga nantinya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan ikan nila tersebut. Mulai dari menurunkan kualitas kesehatan ikan nila hingga mampu membuat ikan nila mati.


 Gambar : Paguyuban Petani

Oleh sebab itu, pembudidaya sangat dianjurkan untuk terus memperhatikan kondisi lingkungan tempat budidaya ikan nila, guna mengetahui apakah ada hama yang sekiranya mampu mengganggu kehidupan ikan nila. Langkah yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya adalah dengan melakukan pencegahan. Karena jika ikan nila telah berhasil tererang oleh hama, akan sulit untuk menanggulangi hama tersebut. Dalam artikel kali ini paguyuban petani akan memberikan beberapa pencegahan yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya guna menjaga ikan nila dari serangan hama tersebut.

  • Sebelum melakukan pembudidayaan, pembudidaya harus mempersiapkan kolam dengan kondisi yang sebaik mungkin. Tahapan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pengeringankolam terlebih dahulu, kemudian melakukan pengapuran dan pemupukan. Proses pengapuran cukup penting untuk dilakukan, karena dalam proses ini mampu mematikan hama yang akan menyerang ikan nila nantinya. Dalam pintu masuk air, juga diperlukan filter atasu saringan air yang nantinya dapat mengurangi masuknya hama kedalam kolam pembudidayaan.
  • Melakukan pengurangan dalam melakukan penebaran bibit ikan nila, hal ini dilakukan guna mengurangi terjadinya kontak langsung antar ikan nila baik ketika masih bibit maupun sudah besar. Dengan jarangnya populasi, kadar oksigen yang terlarut didalam air kolam akan menjadi lebih banyak dan mampu meningkatkan kualitas hidup dari ikan yang dibudidaya. Serta melakukan penanganan ikan nila dengan hati-hati, terutama saat melakukan proses penebaran atau pemindahan ikan nila ke kolam yang lain. Karena jika ikan nila sampai terluka, hal ini dapat dengan mudah menimbulkan infeksi penyakit terhadap ikan nila.
  • Dalam proses pemberian pakan harus sesuai dengan takaran yang tepat, disesuaikan dengan bobot dari ikan nila dan juga waktu kebiasaan ikan nila untuk makan.  Langkah ini diterapkan agar dapat mengurangi pengendapan pakan ikan nila yang notabennya adalah sisa pakan ikan nila yang tidak termakan oleh ikan nila. Karena endapan pakan nila ini juga mampu menimbulkan berbagai macam bibit penyakit.

Diharapkan beberapa langkah yang diberikan oleh paguyuban petani tersebut mampu menghambat masuk/munculnya hama yang nantinya dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan nila. Namun apabila ikan nila sudah terlanjur terserang oleh hama, paguyuban petani menganjurkan untuk melakukan pemberantasan hama. Langkah pemberantasan hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pengobatan penyakit dengan menggunakan obat-obatan kimia. Akan tetapi penggunaan obat-obatan kimia ini mampu menimbulkan efek samping. Sehingga dalam pemakaiannya harus benar-benar sesuai takaran dan digunakan sewajarnya.