Morfologi, Kebiasaan Hidup Serta Laju Pertumbuhan Ikan Nila

Ikan nila merupakan ikan yang cukup banyak digemari oleh masyarakat domestik maupun mancanegara. Namun hal tersebut belum tentu mampu menjadikan masyarakat untuk tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan morfologi, kebiasaan hiudp serta laju pertumbuhan ikan nila.

Ikan nila merupakan ikan yang cukup banyak digemari oleh masyarakat domestik maupun mancanegara. Namun hal tersebut belum tentu mampu menjadikan masyarakat untuk tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan morfologi, kebiasaan hiudp serta laju pertumbuhan ikan nila. Oleh karenanya pada kesempatan kali ini, paguyuban petani akan memberikan beberapa informasi yang berkaitan dengan morfologi, kebiasaan hidup serta laju pertumbuhan dari ikan nila tersebut. Ikan nila mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, ukuran punggung lebih tinggi dan terdapat sirip yang memiliki garis lurus memanjang, pada bagian badan dan sirip ekor memiliki garis lurus vertikal. Ikan nila dapat hidup di perairan air tawar dan ikan nila menggunakan ekornya untuk bergerak serta sirip dan penutup insang yang keras untuk mendukung tubuhnya. Ikan nila memiliki sirip punggung yang memanjang dari bagian atas tutup insang sampai bagian atas sirip ekor. Selain itu ikan nila juga memiliki sepasang sirip dada dan sirip perut yang berukuran kecil, sirip anus berbentuk agak panjang dan sirip ekor berbentuk bulat.

 image

Gambar : Paguyuban Petani

Ikan nila dapat berkembang di berbagai perairan tawar, seperti di air yang dangkal, kolam, sungai, danau ataupun waduk. Ikan nila memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang di kisaran suhu 25-30°C. Sedangkan untuk kandungan oksigen yang baik bagi pertumbuhannya adalah 4mg/L dengan keasaman berkisar 7-8pH yang nantinya hal tersebut dapat mempengaruhi warna dari tubuh ikan nila. Jika ikan nila di budidayakan di perairan dalam, warna ikan nila akan lebih gelap dibandingkan dengan ikan nila yang di budidayakan di kolam. Pada siatem pemeliharaan ikan di perairan dalam, konsentrasi karbondioksida sangat diperlukan untuk proses fotosintesis oleh tanaman air. Untuk kegiatan pembudidayaan ikan nila, sebaiknya kandungan karbondioksida kurang dari 15 mg/liter. Karena jika melebihi angka tersebut, dapat menyebabkan terjadinya penekanan aktivitas pernapasan ikan nila sehingga mampu menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin yang nantinya dapat membuat ikan nila menjadi stress.

Pertumbuhan merupakan proses biologis yang kompleks yang akan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat menimbulkan adanya perubahan dari tubuh ikan nila berupa pertambahan panjang, berat dalam satuan waktu. Ikan nila merupakan salah satu ikan yang mempunyai ketahanan yang cukup tinggi terhadap penyakit, karena pada dasarnya ikan nila adalah ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pertumbuhan ikan nila dipengaruhi oleh 2 faktor, yakni faktor internal yang berasal dari dalam tubuh dan bersifat tidak dapat dikontrol (misalnya ; sex, keturunan, umur) dan faktor eksternal yang berasal dari luar yang mempengaruhi pertumbuhan (misalnya ; makanan, parasit, penyakit, jumlah populasi serta parameter kualitas lingkungan di perairan).