Meningkatkan Produksi Dalam Budidaya Ikan Nila

Kebutuhan protein masyarakat Indonesia selama ini tercukupi dari sektor peternakan dan perikanan. Kebutuhannya pun dari tahun ke tahun semakin meningkat, dibuktikan dengan data yang diperoleh pada tahun 2015. Bahwa kebutuhan protein dari sektor perikanan (dalam hal ini kebutuhan ikan) diperkirakan mencapai 10,5 ton, angka ini menunjukkan bahwa hampir dua kali lipat dari potensi stok ikan laut di Indonesia saat ini.

Kebutuhan protein masyarakat Indonesia selama ini tercukupi dari sektor peternakan dan perikanan. Kebutuhannya pun dari tahun ke tahun semakin meningkat, dibuktikan dengan data yang diperoleh pada tahun 2015. Bahwa kebutuhan protein dari sektor perikanan (dalam hal ini kebutuhan ikan) diperkirakan mencapai 10,5 ton, angka ini menunjukkan bahwa hampir dua kali lipat dari potensi stok ikan laut di Indonesia saat ini. Oleh karenanya, sangat diperlukan usaha budidaya ikan nila untuk memingkatkan hasil produksi. Pada kesempatan kali ini, paguyuban petani akan memberikan bagaimana cara meningkatkan produksi budidaya ikan nila.

 image

Gambar : Paguyuban Petani

Yang pertama, faktor dukungan pemerintah termasuk kedalam salah satu usaha dalam meningkatkan produksi budidaya ikan nila. Salah satu peran pemerintah dalam meningkatkan produksi budidaya ikan nila tersebut adalah dengan menyediakan indukan yang berkualitas dengan melakukan upaya mengembangkan program intensifikasi budidaya ikan nila dan program budidaya di pedesaan, desiminasi teknologi dan pengembangan pusat stok induk nasional, sertifikasi benih, serta pengembangan balai benih ikan baik di sentral maupun lokal. Secara kelembagaan, dukungan pemerintah telah terwujud dalam visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni mengupayakan Indonesia untuk menjadi produsen ikan terbesar di dunia. Sehingga ditetapkan beberapa langkah percepatan peningkatan produksi dengan cara :

  • Melakukan program percepatan peningkatan produksi perikanan budidaya untuk ekspor dan konsumsi ikan masyarakat.
  • Melakukan program perlindungan dan rehabilitasi sumber daya perikanan budidaya.
  • Melakukan konsep pembangunan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem pengaturan kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi yang disebut dengan minapolitan (kawasan produksi kelautan dan perikanan yang terintegrasi).

Yang kedua, usaha pembenihan ikan nila merupakan peluang yang cukup besar yang dapat diambil oleh pembenih maupun calon pembenih. Usaha pembenihan ikan nila merupakan ladang bisnis yang menguntungkan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa fakta pendukung. Beberapa fakta tersebut, seperti memiliki jangka waktu pemeliharaan yang cukup singkat (3-4 minggu). Memiliki produktivitas yang cukup tinggi karena hasil dari 2-3 paket induk nila mampu menghasilkan benih ikan nila yang cukup banyak. Pertumbuhan benih cukup cepat, penggunaan induk ikan nila yang berkualitas baik mampu menghasilkan benih ikan nila yang baik juga. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, karena dalam proses pembenihan tidak memerlukan pakan yang banyak. Perputaran modal cukup cepat, dalam waktu 1 bulan pembenih dapat menjual benih yang dihasilkan. Memiliki pesaing yang relatif sedikit, karena pembudidaya ikan nila masih tergolong sedikit dan kebanyakan pembudidaya melakukan budidaya pembesaran ikan nila.

Yang ketiga adalah usaha pendederan ikan nila, yakni sebuah usaha lanjutan dari usaha pembenihan ikan nila. Peluang usaha pada kegiatan pendederan ini masih menjanjikan, terutama untuk memasok kebutuhan bagi benih kegiatan pembesaran. Faktor yang dapat mendukung usaha pendederan ikan nila sebagai usaha budidaya yang menguntungkan kurang lebih sama dengan usaha pembenihan ikan nila, yang membedakan hanya pada ukuran benih ikan nila yang bertambah besar yakni menjadi 5-12 cm per ekor. Kegiatan pendederan ikan nila ini dapat dilakukan di kolam tanah, kolam beton atau di dalam waring.