Membudidayakan Ikan Nila Di Dalam Drum Plastik

Dalam proses pembudidayaan ikan nila, terkadang calon pembudidaya terkadang menghentikan langkahnya karena tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk dijadikan kolam budidaya. Pada artikel kali ini, paguyuban petani akan memberikan salah satu solusi dalam melakukan budidaya ikan nila tanpa menggunakan lahan yang luas.

Dalam proses pembudidayaan ikan nila, terkadang calon pembudidaya terkadang menghentikan langkahnya karena tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk dijadikan kolam budidaya. Pada artikel kali ini, paguyuban petani akan memberikan salah satu solusi dalam melakukan budidaya ikan nila tanpa menggunakan lahan yang luas. Sebenarnya langkah ini dapat ditempuh oleh pembudidaya dengan menggunakan kolam terpal, namun kali ini paguyuban petani akan memberikan ulasan mengenai proses budidaya menggunakan drum plastik. Karena penggunaan drum plastik sebagai wadah ikan nila ini tergolong cukup efektif, tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dan tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga calon pembudidaya pun tidak perlu ragu jika ingin memulai usaha budidayanya.

 

Gambar : Paguyuban Petani

Untuk memperjelas pembaca dalam proses pembudidayaan ikan nila di dalam drum plastik ini, berikut paguyuban petani berikan langkah yang harus ditempuh seperti menyiapkan bahan berupa drum plastik, pipa paralon, alas drum, lem, keran serta penutup saluran air. Biasanya drum yang digunakan untuk membudidayakan ikan nila adalah yang mampu menampung air kira-kira 120 liter. Pipa paralon dengan ukuran 1-2 inch dengan panjang menyesuaikan dengan jumlah dan lokasi drum dengan sumber air. Alas drum dapat berbahan kayu atau besi yang memiliki ukuran sesuai dengan ukuran keliling drum dan setiap drumnya dibutuhkan 3 alas drum. Lem perekat digunakan untuk menyambungkan pipa-pia air sesuai dengan tata letak dari drum yang akan digunakan. Keran dibutuhkan untuk pintu keluar masuk air dari sumber air ke dalam drum.  Drum ditempatkan yang memiliki suhu stabil (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin). Jika drum yang digunakan lebih dari 1, beri jarak sekitar 30-50 cm agar saluran air dapat mudah untuk masuk kedalam drum. Jalur saluran air yang dibuat dari pipa sebaiknya dipasang tidak terlalu jauh dari sumber air. Keran dipasang berada diatas drum dengan diberi sekat air/keran penutup paralon air agar debit air dapat diatur berbeda-beda. Air yang digunakan untuk membudidayakan ikan nila di dalam drum ini berisi sekitar 80-90% dari jumlah maksimal daya tampung dari drum plastik yang sudah ada.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan untuk pembuatan kolam adalah membeli benih ikan nila yang berkualitas. Benih ikan nila ini dapat diperoleh dari toko ikan ataupun dari pembudidaya benih ikan nila. Yang kemudian benih-benih tersebut disebar kedalam drum yang tersedia. Jumlah dari benih ikan nila ini disesuaikan dengan ukuran drum yang digunakan, biasanya per meter persegi dapat diberikan 1,5 kg benih ikan nila dengan ukuran benih ikan nila sekitar 5-8 cm. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan memberikan pakan ikan nila buatan seperti pelet/dedak. Yang terpenting harus memiliki kandungan protein sekitar 30% dari kandungan yang lainnya. Dalam pembudidayan ikan nila didalam drum ini, ikan nila diberi pakan sekitar 3% dari bobot tubuhnya dan intensitasnya dapat diberikan sehari 2x (pagi dan sore hari). Selain itu, pengelolaan air merupakan faktor yang perlu diperhatikan, langkah ini dapat ditempuh dengan cara memeriksa kandungan oksigen dan pH air yang berada di dalam kolam drum tersebut. Jika kondisi kolam sudah mengeluarkan bau tidak sedap, segera lakukan penggantian air secara berkala dengan cara mengeluarkan air kotor sebesar 1/3 nya kemudian menambahkan air baru. Jika ikan nila sudah mulai tumbuh dan berkembang, lakukan pengelompokan ikan nila berdasarkan berat dan ukurannya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pembudidaya memberikan pakan. Untuk waktu panen biasanya ditempuh waktu sekitar 4-6 bulan. Patokan lain yang dapat digunakan adalah dengan menimbang ikan nila tersebut, jika sudah memiliki bobot sekitar 300-500 gram/ekor maka ikan nila sudah siap untuk dipanen. Semoga artikel dari paguyuban petani ini mampu memberikan wawasan tambahan kepada calon pembudidaya agar semakin yakin untuk melakukan pembudidayaan ikan nila di dalam drum plastik ini.