Kedalaman Perairan, Suhu Dan Intensitas Cahaya Dalam Budidaya Ikan Nila

Pada pembahasan kali ini paguyuban petani akan memberikan informasi yang berkaitan dengan kedalaman perairan, suhu dan intensitas cahaya dalam berbudidaya ikan nila. Karena di musim kemarau, kondisi ini sangat berpengaruh dengan kehidupan ikan nila. Kondisi cuaca yang panas dapat menghambat proses pertumbuhan pakan alami dari ikan nila.

Pada pembahasan kali ini paguyuban petani akan memberikan informasi yang berkaitan dengan kedalaman perairan, suhu dan intensitas cahaya dalam berbudidaya ikan nila. Karena di musim kemarau, kondisi ini sangat berpengaruh dengan kehidupan ikan nila. Kondisi cuaca yang panas dapat menghambat proses pertumbuhan pakan alami dari ikan nila. Plankton dan tumbuhan air (Lemna sp, Wollfia, dan Spyrogyra) cukup sensitif terhadap suhu dan intensitas cahaya matahari, karena planton dan tumbuhan air tersebut tidak membutuhkan terlalu banyak cahaya matahari. Tumbuh-tumbuhan alami yang muncul di permukaan kolam dapat dijadikan tempat berteduh ikan, selain itu menyebabkan panasnya cahaya matahari tidak langsung mengenai perairan sehingga perubahan suhu perairan dapat di minimalisir.

 image

Gambar : Paguyuban Petani

Cahaya matahari yang cukup tinggi dapat mengakibatkan kenaikan suhu air terutama pada perairan yang tidak terlalu dalam, sehingga dapat menimbulkan kematian pakan ikan alami. Dan jika pakan ikan nila alami mengalami kematian, maka ikan nila yang dibudidayakan juga akan kekurangan pakan alami. Yang nantinya dapat berpengaruh pada proses pertumbuhan ikan nila itu sendiri. Kedalaman kolam ikan nila hendaknya disesuaikan dengan tempat, lingkungan budidaya ikan dan pakan ikan alami tersebut. Karena faktor kedalaman kolam ikan nila ini mampu berpengaruh dalam perubahan suhu air kolam. Kedalaman kolam ikan yang ideal bagi pertumbuhan pakan alami ikan nila berkisar antara 15-25 cm.