Inkubator Telur Ikan Untuk Ketersediaan Benih Ikan Nila

Dimulai dari observasi yang dilakukan oleh mahasiswa UNAIR PKSDU Banyuwangi di Balai Benih Ikan Kabat, Banyuwangi. Ditemukan masalah dalam pembibitan ikan. Dalam Program Kreatisfitas Mahasiswa mereka memberi solusi Inkubator Telur Ikan Untuk Meningkatkan Ketersediaan Benih Ikan Nila (Oreichromis niloticus).

Dimulai dari observasi yang dilakukan oleh mahasiswa  UNAIR PKSDU Banyuwangi di Balai Benih Ikan Kabat, Banyuwangi. Ditemukan masalah dalam pembibitan ikan. Dalam Program Kreatisfitas Mahasiswa mereka memberi solusi   Inkubator Telur Ikan Untuk Meningkatkan Ketersediaan Benih Ikan Nila (Oreichromis niloticus). Ikan nila merupakan ikan konsumsi air tawar yang termasuk komoditas unggul di Indonesia. Selain rasanya yang nikmat, ikan nila juga tidak sulit untuk di budidayakan.   Hal ini mengakibatkan tingginya permintaan benih pada ikan ini oleh pembudidaya ikan nila. BBI (Balai Benih Ikan ) Kabat merupakan Balai benih ikan  di Banyuwangi yang salah satu komoditas yang dikembangkan adalah ikan nila. Menurut data yang ada saat observasi lapang, Balai ini belum sanggup memenuhi permintaan benih ikan nila di sekitarnya. Hal ini disebabkan minimnya sumber air yang baik di BBI Kabat yang menghambat proses pembenihan ikan nila. Air yang digunakan BBI Kabat merupakan air sungai yang telah melewati persawahan dan air sumur. Jadi buruknya kualitas air yang di pakai membuat kegiatan pemijahan untuk ikan nila terhambat ,Namun untuk air sumur yang dipakai tidak bisa digunakan untuk semua kolam yang ada di BBI Kabat di karenakan pompa air yang tidak memadahi.

 

Inkubator Telur ikan secara buatan merupakan upaya untuk menjaga telur agar dapat menetas secara maksimal dalam lingkungan yang kurang mendukung. Teknologi ini hanya bisa digunakan pada telur yang tidak menempel. Teknologi ini dapat memotong siklus pengeraman jika diterapkan pada ikan nila. Konsep kerja alat ini adalah menjaga telur ikan agar tetep bergerak yaitu dengan menggunakan perbedaan tekanan air pada pipa bawah dan pipa atas yang terjadi karena adanya udara yang masuk dari selang aerator. Keberadaan alat ini diharapkan dapat di terapkan secara berkelanjutan untuk membantu produksi telur  ikan nila di   BBI Kabat dan diharapkan juga   dapat di sebar luaskan oleh BBI Kabat ke Balai benih  dan pembudidaya ikan yang lain.

 

Sumber : https://kabarrakyat.id/inkubator-telur-ikan-untuk-ketersediaan-benih-ikan-nila/