Hindari Silang Dalam Agar Warna Nila Beragam

Warna tubuh ikan nila dipengaruhi oleh aksi gen dominan sempurna yang membuat alel dominan sangat kuat untuk menghasilkan fenotipe. Fenotipe warna ikan nila dikontrol oleh gen dominan.

Warna tubuh ikan nila dipengaruhi oleh aksi gen dominan sempurna yang membuat alel dominan sangat kuat untuk menghasilkan fenotipe. Fenotipe warna ikan nila dikontrol oleh gen dominan. Pasangan homozigot dominan akan menghasilkan fenotipe warna putih, heterozigot dengan warna hitam dan kombinasi gen resisif menampakkan fenotipe warna merah. Fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dengan lingkungan serta merupakan bentuk luar atau sifat-sifat yang tampak. Genotipe menentukan sampai dimana tercapai potensi itu, fenotipe tidak bisa melewati kemampuan atau potensi genotipe. Persentase keragaman warna ikan nila yang diukur mengikuti pola expected diduga bahwa jumlah pasangan induk yang menghasilkan benih ikan nila lebih dari 25 pasang induk. Jumlah pasangan induk dalam proram seleksi sangat penting untuk mempertahankan heterozigositas (tanda kebugaran dari suatu populasi) dan menghindari inbreeding/ silang dalam.

 

Silang dalam merupakan perkawinan bersama individu-individu yang sekerabat, sehingga menyebabkan munculnya gen-gen resesif yang merugikan, yang sebelumnya tertutupi oleh alel-alel dominan pada heterozigot. Silang dalam menyebabkan heterozigositas ikan berkurang dan keragaman genetik menjadi rendah, penurunan kelangsungan hidup telur dan larva, peningkatan frekuensi ketidaknormalan bentuk dan penurunan laju pertumbuhan ikan. Fenomena ini dicirikan dengan stabilitas perkembangan yang rendah dan ditandai dengan meningkatnya individu yang abnormal. Hal ini ditandai dengan perbedaan bentuk, ukuran, jumlah dan ciri-ciri morfologi yang lain pada organ yang berpasangan.

 

Sumber : https://www.jitunews.com/read/16208/hindari-silang-dalam-agar-warna-nila-beragam