Ekspor Hasil Budidaya Ikan Nila

Pada artikel kali ini, paguyuban petani akan memberikan informasi yang berkaitan dengan peluang ekspor dari hasil budidaya ikan nila. Ekspor hasil budidaya ikan nila ini dalam bentuk fillet (baik dalam kondisi segar maupun beku). Fillet yang dikirim dengan rata-rata bobot sekitar 350-400 gram. Fillet ikan nila mampu dijadikan sebagai pengganti fillet ikan kakap, sehingga fillet ikan nila ini cukup banyak digemari oleh pasar ikan dunia.

Pada artikel kali ini, paguyuban petani akan memberikan informasi yang berkaitan dengan peluang ekspor dari hasil budidaya ikan nila. Ekspor hasil budidaya ikan nila ini dalam bentuk fillet (baik dalam kondisi segar maupun beku). Fillet yang dikirim dengan rata-rata bobot sekitar 350-400 gram. Fillet ikan nila mampu dijadikan sebagai pengganti fillet ikan kakap, sehingga fillet ikan nila ini cukup banyak digemari oleh pasar ikan dunia. Beberapa alasannya seperti, memiliki tekstur daging yang putih, bersih dan kenyal seperti yang dimiliki oleh ikan kakap, fillet ikan nila memiliki rasa yang netral sehingga dapat diolah menjadi aneka menu masakan, karena banyak yang membudidayakan, sehingga pasar dunia tidak khawatir akan stok dari fillet ikan nila (dapat diperoleh kapanpun), dan yang terakhir adalah sulitnya mendapatkan fillet ikan kakap sehingga fillet ikan nila dapat menjadi alternatifnya.

 

Gambar : Paguyuban Petani

Hingga saat ini, yang menjadi pemasok fillet ikan nila terbesar di dunia adalah China, Indonesia kemudian di susul Thailand. Jika seluruh pasokan ikan nila dari negara-negara tersebut ditotal, ternyata masih belum mencukupi kebutuhan pasar ikan dunia. Diperkirakan hanya mampu memenuhi separuh dari total kebutuhan dunia. Permintaan fillet ikan nila terbesar berasal dari Amerika, Jepang, Singapura dan beberapa negara tertentu di Eropa. Ekspor fillet ikan nila dari Indonesia diperkirakan baru mampu memenuhi sekitar 6% dari permintaan Amerika. Sedangkan di pasar dunia, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 0,1% dari total permintaan pasar dunia. Fillet ikan nila dari Indonesia memiliki nilai yang cukup tinggi, yakni hampir mencapai Rp.50.000 per kilonya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena produk hasil budidaya ikan nila dari Indonesia mendapatkan penilaian yang baik dari pihak Amerika, yang berkaitan dengan aspek pemeliharaan dan penanganan selama proses pasca panen. Demikian artikel dari paguyuban petani, semoga dengan adanya artikel ini mampu menambah wawasan pembaca dan mampu meyakinkan calon pembudidaya ikan nila untuk melakukan pembudidayaan ikan nila. Karena pembudidayaan ikan nila memiliki prospek yang cukup baik dalam pasar lokal maupun pasar internasional.